Kurangi Email yang Tidak Diinginkan

Apakah anda termasuk yang mendapatkan banyak email setiap hari? Notifikasi media sosial, newsletter dan promo dari berbagai penyedia jasa layanan akan sangat dengan mudah membanjiri email. Jika anda sudah dengan bijak memisahkan email untuk hal-hal penting dengan hal-hal tidak penting dalam email yang berbeda, maka mungkin anda termasuk yang bijak dalam mengelola email. Namun lain hal jika anda hanya memiliki satu buah email dan semua email membanjiri inbox anda.

Banyak cara agar email kita cukup bersih dari email yang tidak diinginkan. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dicoba untuk melangsingkan inbox email

1. Buat filter

Jika notifikasi dari sosial media seperti Facebook sangat menggangu email anda, kita bisa mematikan notifikasi ke email kita dengan Klik pada link UNFOLLOW pada facebook terhadap beberapa post, mematikan notifikasi pada group yang kita ikuti, atau matkan GET NOTIFICATION dari friend yang sering nyampah di facebook. Jika ingin sama sekali tidak menerima notifikasi dari facebook, maka buka facebook > Setting > Notifications dan untick semua notifikasi. Pengaturan setting di facebook tersebut akan cukup banyak menyaring email notifikasi di email kita. Namun, jika masih ada saja facebook mengirim email otomatis, maka filter pada email adalah jalan terakhir.

Filter pada prinsipnya adalah memberitahu email kita untuk memberikan perlakuan spesifik terhadap email dengan karakteristik tertentu. Sebagai contoh saya ingin semua email dengan SENDER facebookmail.com langsung dihapus, atau semua email dengan sender facebookmail.com langsung di-ARSIP dan diberi label FACEBOOK.

Silakan akses seting filter pada setting webmail yang dimiliki. Email yahoo atau Gmail memiliki fasilitas tersebut.

2. Unsubscribe

Jika kita melakukan registrasi pada suatu layanan (hosting, internet storage, downloader, dsb), maka biasanya secara otomatis kita akan tersubscribe terhadap newsletter dari layanan tersebut. Jika tidak ingin mendapatkan kembali email demikian maka luangkan waktu untuk Unsubscribe. Buka salah satu email dari suatu layanan, cek link Unsubscribe pada email tersebut. Ikuti saja langkah-langkah untuk unsubscribe yang diberikan.

3. Tandai SPAM

Secara otomatis layanan email gratis seperti Gmail dan Yahoo akan menandai email yang mencurigakan sebagai SPAM. Namun tidak selamanya algorithma yang dipasang bisa menyaring semua spam. Jika masih ada email spam (dan sebangsanya) lolos ke inbox, luangkan waktu untuk menandai email tersebut sebagai SPAM. Dengan cara ini maka email yang sama tersebut tidak akan lagi masuk ke inbox.
Catatan: sering-sering check folder SPAM, terkadang email dari teman kita ditandai spam.

Filter, unsubscribe dan spam highligh bisa digunakan untuk mengurangi email yang tidak diinginkan membanjiri inbox.

Flashdisk Bisa Menyebabkan Kanker

USB-Flash-Disk

Awal Januari 2013 kemarin, sebuah rumah sakit pemerintah di Jepang mendapati seorang pasien berumur 19 tahun memiliki keluhan kelenjar prostat. Setelah beberapa tahapan diagnosa, pasien tersebut divonis positif menderita kanker kelenjar prostat stadium awal. Mengingat usia si pasien masih sangat muda, tim dokter Jepang yakin bahwa sakit si pasien mudah ditangani karena tidak termasuk kategori akut dan kronis.

Sebagaimana diberitakan oleh Asahi shimbun (koran Jepang), ternyata tim Dokter tidak bisa mengupayakan penyembuhan si Pasien. Dengan usia pasien yang masih sangat muda, penyakit prostat biasanya akan sangat mudah disembuhkan. Karena kasusnya dianggap aneh, maka pemerintah mengambil alih upaya penanganan dengan melibatkan berbagai ahli termasuk dari Universitas Tokyo dan Japan Atomic Energy Research Institute. Sampai sekarang si pasien masih terbaring tidak berdaya di rumah sakit.

Dengan perlatan yang lebih canggih diperoleh bahwa organ di sekitar tulang panggul pasien telah terekspose oleh radiasi level rendah tetapi dalam jangka waktu yang lama. Radiasi yg diterima oleh si pasien menyebabkan gagalnya fungsi organ-organ tertentu termasuk yang paling parah adalah kelenjar prostat.

Pertanyaannya adalah, darimana sumber radiasi yg diterima oleh si pasien?

Ternyata sumber radiasi adalah sebuah flashdisk. Ya, si pasien selalu membawa flashdisk di saku celananya kemana pun dia pergi. Penemuan ini menyimpulkan bahwa flashdisk mengeluarkan radiasi sinar alpha dengan level sangat rendah. Namun jika waktu radiasi dari flashdik tsb kita terima dalam jangka waktu lama maka kemungkinan kegagalan fungsi organ tubuh akan sangat tinggi.

Penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa flashdisk bisa memancarkan radiasi dari kesalahan pemilihan bahan transistor. Sebuah flashdisk memiliki jutaan floating-gate transistor. Untuk menekan biaya produksi, indsutri menggunakan bahan kurang berkualitas yang menyebabkan tidak terisolasinya pancaran elektron keluar dari transistor. Elektron ini akan saling bertumbukan dan memancarkan sinar alpha tidak ubahnya seperti reaksi nuklir skala kecil.

Hal ini sudah barang tentu masih sangat dirahasiakan oleh pemerintah Jepang. Namun sebuah surat kaleng yg diterima Asahi Shimbun menyebutkan bahwa berbagai upaya sedang dilakukan untuk mengurangi radiasi dari transistor yang sudah terlanjur di pasaran tanpa menimbulkan kegemparan publik.

Berhati-hati lah membawa flashdisk ke mana-mana. Berikut adalah beberapa tindakan yg bisa dilakukan untuk menghindari penyakit akibat radiasi flashdisk
Terdapat kode khusus flashdisk yg dibuat oleh bahan berkualitas dan aman dari radiasi. Jika flashdisk anda bertuliskan GB (bukan Gb), maka flashdisk anda aman. Simbol hurup ‘b’ kecil menandakan bahan pelapis transistor yang tipis sehingga tidak bisa mengisolasi pancaran radiasi. Cek flashdisk anda, jika penulisan kapasitas dalan ‘b’ kecil (misalnya 4Gb) maka berarti flashdisk anda memancarkan radiasi.
Hindari membawa flashdisk dalam saku celana. Sebaiknya simpan di dalam tas dan jauh dari tubuh kita. Karena radiasi dari flashdisk sangat kecil, maka meletakan flashdisk dalam jarak 50cm dari tubuh kita masih aman.
Jika harus memasukan flashdik ke dalam kantong, maka letakan pemisah berupa aluminium foil antara flashdisk dan tubuh. Flashdisk bisa dimasukan di dalam bungkus rokok yang masih berisi aluminium foil.
Teruskan informasi ini untuk menyelamatkan teman dan saudara dari penyakit karena radiasi dari flashdisk.

… Tunggu dulu, tulisan di atas adalah hoax, alias asbun, alias ngarut, alias bohong. Jangan sembarangan share. Baca dulu baik-baik informasi yang diterima. Jangan gagap informasi. Sedikit-sedikit like dan share. Jika kita ikut-ikutan membagi ulang informasi seperti itu maka kita sudah (1) termakan oleh informasi bohong dan (2) ikut-ikutan menyebarkan informasi bohong. Jika kita baca baik-baik maka sebuah hoax akan banyak memiliki kejanggalan. Sayangnya, kita cenderung apriori dan menapikan semua keanehan hoax.

Mungkin yang hobi share hoax akan berkata… bukan kah tidak ada salahnya share informasi agar waspada saja. Tidak ada kerugian materi yg disebabkan oleh menyebarkan hoax, tidak harus bayar pakai kartu kredit, tidak harus transfer uang, tidak ada password yg dicuri, dsb. Memang, hoax tidak ditujukan untuk mengambil manfaat finansial. Tetapi dengan menyebar hoax kita akan ikut menyebarkan berita bohong. Ada hoax tentang ‘lintah di dalam kangkung’ yang bisa menyebabkan tidak lakunya kangkung di pasar tradisional. Ada hoax tentang ‘stroke’ yang membuat banyak orang latah melakukan fake self-test stroke sendiri. Ada hoax tentang pembantaian umat agama tertentu dengan lengkap menampilkan gambar yang membuat miris yang pada akhirnya memunculkan kebencian terhadap agama tertentu. Apakah dengan dampak-dampak seperti itu masih tidak merasa bersalah ikut menyebarkan hoax?

Ciri-ciri hoax:
– Didistribusikan via email atau jejaring sosial
– Isinya membuat kita cemas, panik, atau berkata wow sambil koprol
– Biasanya berhubungan dengan kesehatan, keamanan dan agama
– Banyak menyebut lembaga atau perorangan yg terpercaya, tetapi tidak menampilkan sumber otentik (misal link web, dsb)
– Berisi himbauan untuk menyebarkan/share

Bagaimana agar terhindar dari turut menyebarkan hoax?
– Jangan mudah percaya terhadap segala informasi yang mengatasnamakan apa pun. Harus skeptis. Tidak cuma gaptek, kita juga jangan gagap informasi.
– Cari referensi lain terhadap topik atau berita yg sama.
– Lakukan pengecekan khusus hoax dengan cara masukan keyword tentang hoax tersebut dan tambahi kata ‘hoax’ pada mesin pencari
– Jika hoax disertai gambar (atau menggunakan gambar sebagai media hoax), lakukan pencarian gambar dengan menggunakan gambar tersebut di GoogleImage. Akan sangat mudah kelihatan dari mana gambar asal diperoleh.

Hoax bisa datang kapan saja, dengan tema apa saja, dan dengan style apa saja. Waspadalah, waspadalah !!!

(tulisan ini dibuat karena ternyata masih banyak sekali sahabat-sahabat ku yang termakan oleh hoax)

Mengapa Memilih GoogleDrive?

Internet dibanjiri oleh tawaran penyimpanan online yang gratis. Sebut saja rapidshare, megaupload, filefactory, dropbox, 4shared, ifile.it, dan sebagainya. Semua menawarkan kata ajaib “free” dalam salah satu opsi akun. Mungkin jika file yg kita simpan cuma beberapa, hal ini tidak masalah. Namun jika jumlahnya sudah cukup banyak dan bahkan sudah diorganisir dengan baik, memindah file-file dari media penyimpanan online satu ke yang lainnya akan sangat merepotkan. Belum lagi jika penyedia jasa tiba-tiba menghapus file yang tidak aktif atau kadaluwarsa tanpa pemberitahuan. Sebagai pengguna gratisan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Continue reading “Mengapa Memilih GoogleDrive?”

Google Email Verification Palsu

Beberapa saat yang lalu, saya mendapatkan email dari Google Alerts yang menyatakan bahwa saya harus verifikasi. Email tersebut dilengkapi dengan LINK untuk verifikasi akun saya di Google. Bagi saya, ini adalah hal yang tidak biasa karena sebelumnya Google tidak pernah meminta verifikasi dengan cara seperti ini. Terlebih pengirim email, meskipun menamakan dirinya sebagai Google Alerts, cukup aneh karena menggunakan email pengirim intops@gmx.com. Continue reading “Google Email Verification Palsu”