« (Bhs Indonesia) Sony Reader Portable Reader System (PRS-505) | (Bhs Indonesia) Upgrade WordPress 2.3 to WordPress 2.7 »
(Bhs Indonesia) Bogor and M100
Posted by
Beni
on
30 December 2008
,
12 Comments
,
2,918 views
,
Incoming search terms for the article:
- cara melakukan digitasi dengan ArcGIS cara rektifikasi peta jpeg di arcgis syarat membuat peta cara memberi koordinat pada file jpg cara membuat digitasi sungai pada arcmap nama family bhs jpg peta bogor jpeg peta tata ruang bogor print peta bogor skala digitasi peta di arcgis arcview set skala peta software peta bogor toshiba m100 membuat skala pada mapwindow membuat koordinat peta scan bagaimana meng-georeferensikan shapefile Berapa ukuran Ram correl cara digitasi sungai pada arcmap cara upgrade laptop toshoba m100 digitasi pada skala 5000 donny_satria dephut isu propinsi baru bobor raya langkah-langkah digitasi pada arcmap sungai tutorial rektifikasi pada arcview 3 3
Related posts:
- (Bhs Indonesia) Isu Akurasi Data Spasial Digital Sorry, this entry is only available in Bhs Indonesia. Incoming...
- (Bhs Indonesia) Peta Kawasan Hutan Sorry, this entry is only available in Bhs Indonesia. Incoming...
- (Bhs Indonesia) Perjalanan ke Brisbane, Queensland Sorry, this entry is only available in Bhs Indonesia. Incoming...
Tags :
Schlagworte: arcgis, Bogor, M100, Tata Batas, Toshiba,
12 Responses to “(Bhs Indonesia) Bogor and M100”
said on January 9th, 2009 at 4:34 am
salam kenal mas, aq dari palangka raya, tetanggaan provinsinya
said on January 9th, 2009 at 5:55 am
Salam kenal balik. Senang bisa menambah teman.
said on January 10th, 2009 at 4:48 pm
aq newbe makai arcgis & map info, kapan2 minta tolong pencerahannya mas
said on January 10th, 2009 at 5:57 pm
Terima kasih atas komentarnya. Boleh saja kalau Irwan mau sharing tentang software-software tersebut. Saya juga masih terus belajar kok
said on March 8th, 2009 at 7:41 am
salam kenal mas,
numpang tanya_
bagaimana mengimplementasikan suatu peta agar peta tersebut baik hasilnya?
>>>Beni
Peta yang baik menurut saya harus memenuhi syarat sebagai berikut:
- Sesuai dengan targeted audien. Ini adalah yang paling penting. Jika saya membuat untuk keperluan saya sendiri, saya tidak pernah memberi judul, skala atau legenda. Saya tahu kok isinya. Tapi jika saya membuat peta untuk boss, tentu saja saat melayout saya harus dapat memposisikan diri saya sebagai dia, apakah peta bisa dipahami atau tidak.
- Sedigital mungkin. Peta yang dibuat secara digital dengan komputer saat diprint sudah menjadi analog. Untuk kepentingan presisi, masukan daftar koordinat (jika memungkinkan). Data koordinat di dalam peta ini lah yang membuat peta analog kita menjadi ‘digital’ karena tidak akan memberi salah penafsiran akibat digitasi.
- Konsisten, setiap orang punya ciri khas dalam berpakaian, begitu juga membuat peta. Buatlah ciri khas terserah dalam hal apa saja: memilih font, tipe north arrow, dll.
- Traceable. Sisipkan footnote di dalam peta yang berisi nama direktori tempat kita membuat peta ybs. Misalnya saya membuat satu peta memiliki footnote \\geobase\map\kawasan\tambang\bre\usulanpp2008. Jika saya tidak ada di tempat, teman saya bisa meneruskan/modifikasi peta yang telah saya buat tanpa harus membuatnya dari dasar. Traceable juga ditujukan untuk diri kita sendiri yang sering lupa dimana membuat project peta.
- Bersumber. Ini biasanya tidak dihiraukan. Merujuk harus benar. Jika kita copy paste data shp, tidak bisa menyebut data tersebut sebagai data yg memiliki rujukan (kecuali berani). Kalau suatu data adalah shapefile hasil digitasi, maka sebutkanlah digitasi oleh lembaga anu.
- Cukup segitu dulu ya, lagi buntu…
said on March 21st, 2009 at 1:17 pm
makasih tips ermappernya,lebih bnyak lagi aja tips2 praktisnya,biar kita tambah ilmu. Kalu mau posting tutorial atau artikel ke tempat beny atau ke gistutorial.net gimana caranya?mks.
said on November 1st, 2009 at 11:42 am
Salam kenal Mas Beni,
Thaks, sering raharjo.org saya pakai rujukan dan pencerahan ketika mengalami kebuntuan dengan pekerjaan GIS saya.
said on November 2nd, 2009 at 11:18 am
Salam kenal Balik Pak. Senang sekiranya bisa sedikit membantu. Kalau ada kritik dan saran tentang tulisan saya boleh juga dikemukakan jangan segan-segan.
said on December 1st, 2009 at 1:42 pm
Asslm ….
Bapak mau nanya,
Bapak memakai Corel Draw buat digitasi peta ya?
Kalo saya boleh tau langkah2 digitasinya seperti apa ya?
Atau saya bisa mendapat tutorialnya dimana?
Trimakasih sebelumnya,
ini berkenaan dengan tugas akhir say
said on December 4th, 2009 at 10:43 pm
Maaf Mbak, saya tidak pernah digitasi dengan corel draw karena corel adalah software Desktop Pubilshing, sama seperti Adobe Ilustrator.
Yang saya lakukan adalah memberi marking, memberi tanda silang, file-file JPG untuk rektifikasi di ArcGIS. Pada saat itu di peta yang saya dapat (JPG) tidak ada grid koordinat dan skala garis, sedangkan saya perlu referensi berapa ukuran real dari kertas peta yang discan. Jadi solusinya memberi marking dengan corealdraw agar bisa diukur jarak sebenarnya di kertas sebelum discan.
Setelah di Corel diberi mark, saya simpan kembali di JPG dan kemudian dibuka di ArcGIS untuk rektifikasi dan digitasi.
Regards,
said on June 8th, 2010 at 9:22 am
Mas, saya punya peta skala angka 1:5000, tidak ada gridnya. kemudian saya import ke arcgis, bagaimana caranya supaya ukuran jarak di peta = jarak di arcgis?? skala di arcgis sudah saya set ke 1:5000 juga, tapi hasil ukuran jaraknya koq beda.
makasih
said on June 11th, 2010 at 3:08 pm
Sy asumsikan petanya peta manual yang discan. Perlu dilakukan Georeferensi dulu. Di arcgis ada tool namanya Gereferencing. Silakan gunakan tool tersebut agar peta scan memiliki informasi spasial.
Leave a Reply