Solusi Kecil Mengatasi Overheat CPU

q6600 Solusi Kecil Mengatasi Overheat CPUSaya memiliki sebuah PC dengan spek lumayan setahun yang lalu. PC ini saya tujukan untuk membantu saya mengerjakan pekerjaan RS/GIS dengan spesifikasi yang saya pikir bagus. Intel Quadcore Q6600 2,4 GHz saya percayakan menjadi otaknya. Dilengkapi dengan GeForce 9600 512MB, 4GB Twin Ram,  Sata 1 TB, dan LCD 24 in. Kali ini saya percayakan Intel. Saya yang dulu “fanatik” AMD akhirnya luluh juga mencoba intel hanya karena ingin mencoba Mainboard ASUS P5Q. Namun beberapa bulan terakhir ini ada kendala dengan panas yang dihasilkan. ..

Sensor panas CPU sering menunjukan bahwa Intel Q6600 overheat. Alarm selalu berbunyi saat temperatur sudah mencapai 60 oC. Bila dibiarkan beberapa menit alarm bunyi, PC akan mati dengan sendirinya. Ini terjadi tidak hanya pada saat PC dibebani tugas berat seperti rendering raster atau 3D, pada saat menarikan jari di atas wordprocessing pun alarm overheat selalu berbunyi. Solusi selama ini adalah melakukan set ASUS P5Q agar menggunakan Maximum Power Saving Mode. Kecepatan jauh berkurang tentunya, rasanya tidak jauh beda dengan Notebook Toshiba M100 yang saya miliki.

Merasa ada sesuatu yang “salah” akhirnya saya mencoba memikirkan solusi. Kipas yang tidak layak saya pikir adalah penyebabnya. Saya pun akhirnya mencari kipas yang bagus atau kalau ada dapat membuat si CPU “kedinginan”. Untungnya si sales toko komputer bilang tidak punya dan menyarankan mencoba mengganti pasta penghantar panas.

“Mungkin pernah dibersihkan mas tapi masang tidak pas lagi karena pastanya sudah kering. Coba pasang pasta baru mas”, katanya.

“Boleh lah saya coba”, ujar saya

“Biasanya yang makai AMD selalu ganti pasta penghantar panas dari asilnya, kalau tidak sering menggantung“, imbuhnya lagi.

Penasaran, akhirnya saya beli pasta penghantar panas dengan harga 20rb perak. Ada juga sih pilihan yang lebih murah, tapi  sengaja sy ambil yang isinya banyakan untuk jaga-jaga kalau ada yang terbuang karena ini pertama kali saya menempelkan pasta ke CPU.

Dengan diawasi kedua anak saya – Akhtar dan Alisha, ya sekalian mengenalkan dunia “oprek” – saya lepas kipas dan heat sink. Ternyata benar kata si sales, pasta yang sudah ada sudah tidak bagus lagi, tidak rata, dan banyak celah sehingga tentu saja tidak dapat memindahkan panas dari CPU ke heat sink dengan baik.

Sekarang, dengan solusi pasta penghantar panas, saya bisa merasakan kembali mode turbo untuk memacu prosesor Intel Q6600. Wuz… wuz.. tanpa alarm overhat lagi. Sebauh pelajaran yang berarti, solusi tidak harus mahal. Bayangkan kalau saya membeli fan + heat sink untuk gamer yang mahal.

Memang benar, mengetahui permasalahan sangat penting sekali sebelum bertindak.

Keep smiling.

Incoming search terms for the article:

Share this post
  • Facebook
  • MySpace
  • Technorati
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Ping.fm
  • Live
  • email
  • Digg
  • Yahoo! Bookmarks

No related posts.

Tags :

Schlagworte: amd, heat, intel, inti ganda, panas, pasta, pc gis, Q6600, quadcore,