Sampah Internet
Internet layaknya pisau bermata dua yang dapat digunakan di kedua sisi tersebut. Untuk membuat kontras, saya memilih mengistilahkan sisi baik dan buruk, meskipun hal-hal yang masih debatable lebih banyak daripada hal-hal yang dapat dikontraskan tersebut.
Sisi baik internet bagi saya adalah internet sebagai sumber informasi. Dengan internet, lalu lintas data tidak terhalangi oleh jarak dan waktu. Saat ingin mencari informasi tentang sesuatu, hal yang pertama yang saya lakukan adalah buka Google, Journal, Gigapedia, dan sumber-sumber referensi lainnya. Internet juga saya gunakan sebagai bank referensi pribadi berupa file-file penting yang saya upload di unlimited hosting ataupun menggunakan jasa website penyedia layanan online storage seperti filefactory atau ziddu.
Sisi buruk dari internet tidak kalah banyaknya dibandingkan sisi baik. Materi yang menurut saya berisi, atau paling tidak disinyalir, memiliki sisi buruk adalah sampah internet bagi saya. Berikut list yang saya pikir perlu di waspadai sebagai sampah internet
1. SPAM
Ini adalah sampah yang paling banyak menghampiri saya, baik itu lewat email ataupun lewat blog. Terima kasih kepada Gmail dan Akismet yang telah sangat membantu memfilter SPAM sehingga hanya satu dua saja yang singgah. Sekarang ini saya kadang sering sengaja membuka folder SPAM di Gmail untuk membaca bagaimana model-model SPAM yang dibuat orang. Mereka memang banyak akal tapi tidak cerdik. Tapi dengan iming-iming yang besar tetap saja banyak rekan-rekan kita yang sempat terpesona oleh SPAM. Jika ada yang mengiming imingi sesuatu dari email yang TLDnya gak jelas tandai saja sebagai spam.
2. Hoax
Hoax adalah email atau berita yang berisi kebohongan yang sengaja disebarkan. Keuntungan bagi si pembuat hanyalah kepuasan bahwa banyak orang tertipu olehnya. Saya pikir Hoax lebih bahaya ketimbang SPAM karena dengan tidak adanya kerugian materi dari korban, banyak orang yang justru percaya dan dirugikan oleh Hoax, meskipun kerugiannya hanya meluangkan waktu untuk membaca Hoax dan memforward ke korban berikutnya. Contoh Hoax adalah Berita dari Imam Masjid Nabawi atau informasi-informasi kesehatan. Ciri dari Hoax biasanya selalu mengejutkan kita karena isinya ‘dekat’ dengan kita. Jika tentang kesehatan, “kanker” adalah kata ajaib di dalam hoax. Di bagian akhir hoax ada kalimat yang mendorong kita memforward hoax tersebut kepada teman-teman kita sehingga menciptakan efek domino yang menjaga agar hoax ini menelan korban lebih banyak.
3. Multilevel
Saya tidak pernah percaya dengan skema piramida akan membawa kemaslahatan bagi publik. Namun, saya percaya bahwa skema piramida dapat membawa kesuksesan luar biasa kepada perorangan. Ya, perorangan. Alhamduilllah saya tidak pernah aktif di multilevel. Saya tidak takut tidak sukses dari multilevel. Saya tidak tahu apakah ada multilevel yang maslahat atau tidak karena sebatas yang mampir ke saya semuanya sampah. Multilevel yang saya masukan sebagai sampah internet adalah
- Menjual sesuatu yang tidak jelas, tanpa barang, atau kalaupun ada, manfaat barang tidak pernah disentuh, yang di bold line adalah keuntungan untuk bergabung dengan Multilevel tersebut. Contoh yang paling sukses adalah Formula Bisnis Joko Susilo. Apa yang dia jual.. katanya sih ebook, tapi silakan baca websitenya ybs mendorong kita membeli ebook bukan karena ebooknya yahud, tapi karena kita masuk ke sistem dan menjadi agen multilevel. Ebook mau dibaca atau tidak terserah.
- Bohong. Banyak website milik multilevel tertentu yang disengaja ataupun tidak berbohong. Coba saja simak janji-janji bombastis mereka yang rata-rata selalu sama; yaitu untuk sukses itu sangat mudah cuma nongkrong di depan internet.
- Bonafiditas. Jika suatu Multilevel punya bonafiditas, tentu tidak akan mencuri gambar sana sini untuk membuat website lebih menarik. Yang lebih parah meskipun yang punya dan targetnya dari Indonesia, website mereka sering dihiasi dengan gambar orang-orang Bule. Jika memungkinkan, mereka sepertinya ingin semua isi adalah bold dan berukuran huruf besar semua. Asal !
- Money game. Jaman gini kalau masih ada yang percaya money game sungguh keterlaluan. Tapi jangan salah, permainan lawas ini ternyata masih digandrungi. Contohnya adalah http://www.investasimandiri.com.
- Halal. Waspadalah kepada multilevel yang mengedepankan kata HALAL. Baca dulu bagaimana sistem bekerja baru lah kita percaya halal atau tidak. Saya pernah dikirimi email oleh orang yang mengaku T. Sumbodo Slamet yang salah satu lampirannya adalah Halal.doc. Iseng-iseng saya baca weleh weleh, isinya cuma Link Link saja. Tidak ada bukti atau argumen sama sekali bahwa apa yang dia rintis halal.
Mental yang serba ingin instan dan cepat kaya adalah penyebab multilevel tumbuh dan berkembang dengan subur di negeri ini.
Perhatian: Bagi anda yang berniat sukses di multilevel, jangan terpengaruh dengan argumen saya karena saya 100% setuju kita bisa sukses di bisnis multilevel. Yang saya kritisi adalah bahwa multilevel tidak membawa kemaslahatan. Saran saya, jika mau ikut multilevel, ikut lah yang gress, baru buka, lebih terbuka untuk mendapatkan bawahan karena belum jenuh. Kalau perlu, buat multilevel sendiri karena apa pun dapat dibuat komoditi multilevel.
4. (Terlalu) Social Networking
Berbicara social networking tentu bayangan kita akan tertuju kepada yang satu ini: Facebook. Ya facebook memang phenomenal, mengalahkan friendster bahkan myspace. Mulanya saya aktif karena ada sisi baik di situ. Saya bisa kontak dengan teman lama dan membuat teman baru. Tapi lama kelamaan saya menon aktifkan diri setelah saya rasa terlalu banyak kerugiannya aktif di FB. Tapi tentu saja akun saya tetap aktif untuk menyimpan data-data kontak teman.
Saran saya saat ngeFB:
- Blok semua game; tujuan ikut FB adalah membuat jejaring sosial, get in touch dengan teman, bukan bermain game.
- Non Aktifkan Chat; Chatting = iseng. Jika kita perlu berkomunikasi dengan teman lebih baik gunakan message ataupun menulis di wall (dinding). Jangan salahkan orang yang tiba-tiba menyapa di chat karena status chat kita on.
- Selektif meng-approve calon teman. Coba lah berpikir bahwa dengan menambah teman di FB berarti kita mengurangi arti ‘teman’ dari teman yang sudah ada di FB. Rasakan bedanya
menjadi teman dari orang yang punya 20 teman, atau
menjadi teman dari orang yang punya 1000 teman.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan sebelum approve, yakinkan bahwa ybs bukan penyebar SPAM di facebook.
Sampah lain seperti pornografi, typosite, iklan tipu-tipu tidak akan saya bahas.
Be wise !
Related posts:
- Intranet vs Internet Management Information System (MIS) adalah sebuah konsep, sebuah pola pikir,...
- Internet Marketing Terdahsyat Abad Ini AKHIRNYA RAHASIA TERUNGKAP. Hanya dengan Mengetik dan Mengakses Internet, Maka...
- Seberapa Cepat Internet Wireless di Banjarbaru dengan Bagusnet? Terdapat banyak alternatif ISP di Banjarbaru. Telkom tentu ada di...
- Mengapa Saya Tidak Aktif di Facebook? Facebook adalah website yang fenomenal. Saya bukanlah penyuka website jejaring...
- Facebook: Sosial dan Antisosial Saya menggunakan FB secara terbatas. Sebagai situs jejaring yang fenomenal,...
Tags :
Schlagworte: belajar, hoax, Internet, internet marketing, multilevel, spam,
One Response to “Sampah Internet”
said on Agustus 28th, 2009 at 5:50 pm
nuhun kang info na,
Leave a Reply