Mengapa membuat blog dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris?

www.dailygalaxy.comSalah seorang teman saya mempertanyakan mengapa membuat blog dalam dua bahasa; Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dia sangat menyarankan untuk hanya membuat blog dalam salah satu bahasa saja. Katanya, ada beberapa kelemahan membuat blog dalam dua bahasa, seperti

  • Audien yang tidak spesifik. Hal ini adalah salah satu kelemahan dalam hal SEOW. Jika blog saya hanya memiliki isi dalam Bahasa Indonesia, saya dapat melakukan set di Google Webmaster untuk secara spesifik memperlakukan blog saya sebagai blog yang berisi artikel dalam Bahasa Indonesia. Dua bahasa membuat blog saya lemah dalam hal SEO baik itu dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia.
  • Boros waktu. Berdasarkan pengalaman saya, saya memerlukan waktu kira-kira lima kali lebih lama dalam hal membuat artikel dalam Bahasa Inggris dibandingkan artikel berbahasa Indonesia. Sehingga waktu total yang diperlukan untuk membuat satu artikel bilingual adalah sekitar 6 kali lebih lama dibandingkan dengan membuat satu artikel Bahasa Indonesia.
  • Tipografi Bahasa Inggris yang buruk. Say abukan penutur asli Bahasa Inggris. Meskipun saya memiliki pengalaman belajar di negara yang menggunakan Bahasa Inggris, kemampuan Bahasa Inggris saya masih jauh dari sempurna. Saya ingin menggarisbawahi bahwa, kesalahan penggunaan Bahasa Inggris biasanya akan lebih kelihatan dibandingkan kesalahan dalam Bahasa Indonesia.

Saya setuju dengan kelemahan yang dikemukakan di atas. Namun, saya memiliki alasan sendiri mengapa membuat blog dalam dua bahasa. Alasan utama adalah “Saya ingin belajar Bahasa Inggris”. Belajar adalah proses yang panjang yang tidak akan diselesaikan dengan tinggal dua tahun di negara barat. Belajar adalah proses seumur hidup. Banyak cara untuk belajar Bahasa Inggris. Membuat blog adalah salah satu cara saya. Jika agak bisa Bahasa Arab, saya akan menambahkannya dalam blog saya ini.

Saya tidak akan peduli jika seseorang yang mengetahui Bahasa Inggris lebih dibandingkan saya akan mendiskreditkan posting-posting saya. Bahkan saya sendiri pun sering sekali melihat-lihat kembali posting saya dalam Bahasa Inggris. Sering sekali yang melakukan editing ulang meskipun hanya perubahan kecil semisal menambahkan ‘s‘, mengubah ‘is‘ menjadi ‘are‘, dan sebagainya.

Mengetahui kesalahan saya sendiri dalam belajar Bahasa Inggris membuat saya lebih baik. Saya sering melakukan kesalah dalam berbahasa Indonesia. Jadi, tidak perlu malu berbuat kesalahan dalam Bahasa Inggris. Keep moving forward . . .

Saya pikir saya dapat berbagi suatu pengamatan. Umumnya, orang Indonesia yang sedang belajar Bahasa Inggris cenderung melihat rendah orang lain yang sama-sama sedang belajar. Anda mungkin pernah mendengar teman anda berkata “Hey, Bahasa Inggrisnya jelek banget ya” atau “Ih, dia kalau ngomong Inggris pakai dialek Jawa” yang tentunya disertai tawa. Ini adalah salah satu penghambat dalam mempelajari bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya.

Tetapi, sejauh yang saya amati, penutur asli Bahasa Inggris tidak pernah memandang rendah orang yang sedang belajar Bahasa Inggris seperti kita. Mereka tidak pernah menertawakan jika kita melakukan kesalahan. Malah sebaliknya, mereka sering membimbing kita untuk mengekspresikannya dengan benar. Mereka bahkan akan terkagum jika kita mengatakan bisa berkomunikasi dalam Basa Sunda, Bahasa Jawa, Bahasa Banjar, dsb karena seumur hidup mereka hanya mengenal satu bahasa; Bahasa Inggris.

Incoming search terms for the article:

Share this post
  • Facebook
  • MySpace
  • Technorati
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Ping.fm
  • Live
  • email
  • Digg
  • Yahoo! Bookmarks

Related posts:

  1. Belajar Bahasa Inggris / English Bahasa Inggris (English) sudah menjadi bahasa dunia. Kita yang berada...
  2. Mengaktifkan Kembali Blog di WordPress Sebelum memutuskan membuat blog dengan domain sendiri, saya mencoba beberapa...
  3. Micro Blogging dengan WordPress Mengisi artikel di blog terkadang membuat saya mengerutkan kening terlebih...
  4. Komunitas Indonesia-Australia Armidale Pada hari Saptu (01 September 2007) diadakan pertemuan Indonesian di...
  5. Mengapa Saya Tidak Aktif di Facebook? Facebook adalah website yang fenomenal. Saya bukanlah penyuka website jejaring...

Tags :

Schlagworte: bahasa, bahasa indonesia, bilingual, blogging, english, sef, seo, study, western,