Micro Blogging dengan Wordpress
Mengisi artikel di blog terkadang membuat saya mengerutkan kening terlebih dahulu. Saya merasa dituntut untuk membuat posting yang dapat dipertanggungjawabkan, informatif, dan berguna untuk diri saya sendiri atau orang lain. Membuat satu posting di blog ini rasanya memerlukan waktu dan pikiran sama dengan membuat satu artikel di Banjarmasin post.
Terbersit ingin membuat blog dengan isi yang ringan dan singkat (dengan tetap menjaga sisi informatifnya) akhirnya saya putuskan membuat blog baru. Dimulai dengan menghidupkan blog mati suri di wordpress.com. Seiring berjalannya waktu, blogging di wordpress.com terasa tidak nyaman. Saya tidak memiliki kontrol penuh terhadap server dan kadang tidak bisa diakses. Tulalit…
Akhirnya saya putuskan meninggalkan wordpress.com dan membuat sub domain www.beni.raharjo.org. Sesuai dengan tujuan awalnya, maka saya pasang theme minimalis dan mendukung pembuatan posting yang minimalis juga. Menggunakan theme P2 dan sejumlah plugin dasar akhirnya micro-blog saya pun siap digunakan di www.beni.raharjo.org.
Gambar 1. Interface Blog setelah Login
Theme P2 menjawab kebutuhan saya untuk ber micro-blogging dengan menyediakan interface khusus saat saya login. Terdapat tab untuk tipe-tipe posting yaitu (1) Status Update, (2) Blog Post, (3) Quote, dan (4) Link.
Saya tidak berharap banyak bahwa akan banyak pengunjung datang dan membaca micro-blogging saya, karena memang informasi yang ada (dan direncanakan ada) di dalamnya adalah informasi-informasi pendek yang sekiranya berguna bagi saya. Ranah personal tidak akan diumbar di sini.
Btw, kok micro-blog saya seperti facebook ya, jejaring sosial yang tidak suka (tapi terpaksa) saya ikuti? Mencoba ngeles, . . . tentu beda dong. Selain kelihatan lebih personal, bersih iklan, fully customizable, searchable oleh Google, tanpa batasan jumlah karakter, dan tidak ada sampah posting dari wall tetangga. Ya pokoknya beda lah dari FB
Happy blogging.
Tags : microblog, microblogging, p2, template, wordpress

Leave a Reply