Ramadhan in Armidale
Ramadhan tahun 2007 adalah ramadhan saya pertama kali di Armidale. Sebagai sebuah kota kecil yang berpenduduk hanya sekitar 22.000 orang, muslim di kota ini sangatlah minoritas.Sebagian besar muslim adalah mahasiswa dari Timur Tengah, Afrika, Asia selatan dan Indonesia tentunya. Ada beberapa orang juga yang bekerja sebagai Dosen (salah satunya Pak Zi Adnan dari Padang), dokter, chef, dll.
Kami hanya memiliki satu buah Masjid (rumah yang disulap menjadi Masjid) yang terletak di dalam kompleks UNE, tidak jauh dari International Liaison Office. Kami merasa ‘menikmati’ hidup di Armidale. Kalau saya lihat tidak begitu kelihatan ada anti-islam di kalangan Australian. Saya cuma mendengar saja dulu pernah ada beberapa insiden kecil yang ‘melecehkan’ islam. Tapi saya sendiri belum pernah mengalaminya sendiri.
Ramadhan di “kampung orang” terasa sekali hambar. Terlebih lagi saya ramadhan di kampung yang mayoritas adalah non-muslim. Tidak ada gema adzan waktu buka, tidak ada suara “obrog” saat buka saur. Semuanya berjalan biasa-biasa saja. Namun untunglah saya punya teman-teman khususnya sesama dari Indonesia yang membuat suasana menjadi lebih hangat. Apalagi saya tinggal bersama dengan orang Indonesia satu rumah.
Buka puasa kadang menjadi persoalan tersendiri. Saya dan mas Arif bekerja sebagai Cleaning service di UNE (saat itu) yang harus masuk kerja pada pukul 06.00 pm. Buka puasa pada awal ramadhan adalah 05.50an pm. Otomatis kita tidak punya waktu untuk berbuka dengan tenang. Beberapa kali kami buka puasa dengan melahap roti di mobil yang kami bawa dari rumah. Dedi, Samson, Zi Adnan, Beni, Arif berfoto di depan Masjid UNE. (Kata Mas Arif, yang dua sebelah kiri berfose demikian karena ada istri2nya di Armidale, yang tiga di kanan adalah bujang lokal)

Shalat Eid dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2007. Karena Masjid tidak mungkin menampung seluruh umat muslim, kami melaksanakan shalat Eid di depan Masjid yang memang cukup luas. Setiap keluarga datang dengan membawa makanan sendiri-sendiri. Ada yang bawa kue, buah, minuman, dan sebagainya. Shalat dimulai pada pukul 07.15am. Pak Zi Adnan menjadi Imam sekaligus khatib saat itu. Setelah khutbah kami menyaksikan syahadah dari seorang perempuan yang baru saja menjadi mualaf. Pak Zi lah yang membimbing wanita tersebut mengucapkan syahadah. Setelah khutbah selesai, kami saling bermaaf-maafan sambil mengucap “Eid Mubarak…”. sambil menyantap hidangan yang kita bawa dari rumah.
Pak Iman Hidayat berdaulat mengundang kami ke rumah beliau. Openhouse di Rumah Pak Iman diadakan pukul 11.00. Hampir semua orang Indonesia berkumpul di tempat itu. Dan seperti biasa, masakan Indonesia buatan Bu Ratna keluar lagi; ada opor, siomay dan dessert. Namun sayang kami tidak bisa mengisi perut sampai penuh karena harus pindah ke rumah Samson&Sari untuk menyantap hidangan berikutnya. Kebetulan di rumah Samson&Sari diadakan selamatan ulang tahun Arini, anak merea, yang ke-2.
Openhouse di Rumah Pak Zi
Sehari setelah lebaran diadakan lagi acara halal bil halal di Rumah Chocho. Sebetulnya acara ini sudah tidak diperlukan lagi karena kita semua sudah berkumpul di Rumah Pak Iman. Tapi karena sudah kadung diagendakan acara tetap berjalan. Sari dan Bu Ratna kebagian membawa hidangan utama berupa opor ayam dan lontong. Kami dari 1/85 Queen Elizabeth Drive kebagian membawa kerupuk dan rebusan untuk pecel. Ya pokoknya kumpul ora kumpul sing penting mangan…
Dari rumah chocho, Pak Zi kesengsem dengan opor buatan Sari dan Bu Ratna, akhirnya beliau mengundang kami untuk datang ke rumah beliau. Openhouse di Rumah Pak Zi tidak saja dalam rangka Hari Raya Eidul Fitr tapi juga selamatan baru pindah ke rumah yang baru. Di tempat ini banyak orang yang baru datang (yang acara sebelumnya tidak datang) dan banyak juga yang tidak datang. Mbak Tetty dan dua orang anaknya yang baru datang dari Sydney juga hadir. Ada Pak Turner, Ibu Theresia, Steve, dan yang lainnya.
Ramadhan dan Eid di Armidale adalah pengalaman berharga yang tidak mau saya ulangi untuk kedua kalinya. Bagaimanapun saya lebih memilih menjalani Ramadhan dan merayakan Eid di Indonesia.
Incoming search terms for the article:
- mualaf armidale armidale hidangan selamatan pindah rumah Komunitas Indonesia-Australia Armidale memproses data cad dengan arcgis
Related posts:
- Komunitas Indonesia-Australia Armidale Pada hari Saptu (01 September 2007) diadakan pertemuan Indonesian di...
- Festival Musim Gugur Armidale Hari Sabtu tanggal 31 Maret 2007 diadakan Festival di kota...
- Perjalanan ke Brisbane, Queensland Jarak Armidale, ke Brisbane adalah 450an Km. Namun karena saya...
- Independent Day Untuk mencari tambahan uang ekstra di Australia, saya dan Pak...
- Indonesian Night; University of New England Armidale adalah sebuah kota kecil di New South Wales. Jumlah...
Tags :
4 Responses to “Ramadhan in Armidale”
said on September 6th, 2009 at 9:36 am
Assalamu alaikum Mas Beni… Saya Eko Suyono, mahasiswa pasca UNPAD Bandung berencana mau mengikuti program sandwich selama empat bulan di University of New England di Faculty of Business, Accounting and Public Polecy. Kira-kira awal oktober 2009 sampai akhir Januari 2010. Minta tolong info kos-kosan yang dekat kampus dan harga terjangkau oleh mahasiswa. Atas bantuannya saya usapkan terima kasih
Wassalam
said on September 7th, 2009 at 11:04 pm
Mas Eko, maaf saya left behind my email selama seminggu lebih. Saya sudah reply via email.
said on Pebruari 27th, 2010 at 11:03 pm
Assalamu’alaikum
Wah….menarik sekali ceritanya, sayang saya hanya “diijinkan” menginap di Armidale selama 7 hari, dan hanya sekali berkunjung ke Masjid tercinta. memang sangat kecil dan pas sholat maghrib, kami mendahului jadwal yang ada. Bu Ani (UNS) sempat tertawa ketika kami “gumun” maghrib kok jam 20.00…
Salam buat komunitas di sana, saya sangat merindukan saat-saat di Armidale (meski akan sangat indah kalau di Indonesia)
Surya Purnama
said on Maret 9th, 2010 at 1:19 am
Wa’alaikum salam Pak Surya.
Selama 7 hari kiranya sudah memberikan kesan yang cukup bagi Bapak selama di Armidale. Saya sudah di Indonesia sekarang, tetapi Armidale masih membekas di hati. Saya pernah jalan-jalan ke Brisbane, Toowoomba, Sydney, Waga-waga, Melbourne, Canberra, tapi untuk studi saya pikir Armidale sangat pas terlebih bidang keilmuan saya adalah ilmu kepelosokan.
Tahun berapa Bapak mampir ke Armidale Pak?
Leave a Reply