Kontrol Kualitas Data Spasial

Saya menerima satu data spasial yang sangat penting, yaitu batas Forest Management Unit KPH Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini telah diupayakan oleh Sustainable Development of the Wood-Based Industries in South Kalimantan Project (itto-pd397) kepada Departemen Kehutanan. Banyak sekali versi digital dari batas KPH yang beredar. Oleh karena itu ITTO-PD397 memandang perlu untuk melakukan klarifikasi kepada pemegang otoritas batas kawasan hutan, yaitu Departemen Kehutanan.trans Kontrol Kualitas Data SpasialSebagai salah satu expert di project tersebut, saya tentu saja dikirimi data spasial batas KPH Provinsi Kalimantan Selatan. Setelah melakukan overview terhadap data spasial yang diperoleh, saya menyimpulkan bahwa: Data batas KPH Provinsi Kalimantan Selatan tidak dapat digunakan dan tidak lulus kontrol kualitas data spasial. Berikut adalah alasan saya mengapa menganggap data tersebut adalah sampah.

  • Terdapat 13 overlapping polygons;
  • Terdapat 5 voids polygons;
  • Terdapat 3 slipper polygons;

Sesungguhnya, tidak peduli perangkat lunak GIS apa yang digunakan, akan selalu ada tool untuk melakukan kontrol kualitas terhadap data spasial (khususnya polygon). Pada ArcView, perangkat lunak yang banyak digunakan oleh Departemen Kehutanan, memiliki banyak ekstensi tambahan untuk mengontrol kualitas data. Sebagai contoh adalah CLU Quality Control Extension. Tentu saja ArcGIS memiliki tool yang lebih advance dalam masalah ceking topological error ini.

Ini adalah sebuah pesan kepada praktisi gis yang berkaitan dengan analisis data dan distribusinya; “Cek data spasial yang dimiliki sebelum mendistribusikannya“. Atas kasus ini saya memandang bahwa Departemen Kehutanan memiliki kapabilitas yang rendah dalam mengelola kualitas data spasialnya. Ini mungkin salah satu tanda bahwa peningkatan SDM GIS di Departemen Kehutanan lebih menitik beratkan kepada level operator, tidak kepada level analyst. GIS bukanlah pekerjaan level rendah, para pejabat eselon 3 dan 4 di instansi yang mengurusi masalah data spasial perlu mempelajari dan tahu masalah GIS.

Sehingga jika ada pelatihan GIS lain waktu, pejabat eselon 3 dan 4 perlu ikut pelatihan GIS tersebut.

.itto-pd397

Incoming search terms for the article:

Share this post
  • Facebook
  • MySpace
  • Technorati
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Ping.fm
  • Live
  • email
  • Digg
  • Yahoo! Bookmarks

Related posts:

  1. Pengelolaan Pertanian Berbasis Data Spasial Saya baru saja melakukan pelatihan GPS di Dinas Pertanian Prov...
  2. Isu Akurasi Data Spasial Digital Perkembangan aplikasi teknologi informasi sudah banyak diaplikasi di berbagai bidang,...
  3. Apakah Exploratory Data Analysis (EDA) Exploratory Data Analysis (EDA) adalah suatu pendekatan ataupun filosofi dalam...
  4. (English) Polygon Topology Quality Control Maaf, hanya tersedia dalam English. Incoming search terms for the...
  5. Peta Geologi Lembar Kalimantan Selatan dsk Saya senang mengoleksi data spasial. Data spasial yang saya peroleh...

Tags :

Schlagworte: clu, control, data, distribusi, distribution, gis, kph, kphl, kphp, quality, south kalimantan, spatial,