Kenapa Tidak Menggunakan ArcGIS?
Suatu hari saya sedang editing shapefile menggunakan MapWindow. Datanglah teman saya dan mengomentari apa yang sedang saya kerjakan. “Kenapa nggak pakai ArcGIS? Lebih canggih..”. Saat itu saya katakan saja bahwa saya tidak punya ArcGIS.
Waktu-waktu berikutnya saya jadi berpikir kenapa ya saya pakai MapWindow untuk melakukan editing shapefile. Saya punya akses untuk menggunakan ArcGIS, MapInfo, atau ArcView (meskipun bukan punya saya sendiri). Saya memilih MapWindow hanya karena saya memilih MapWindow, bukan karena ada alasan yang rasional. Akhirnya saya merenung mencari apa alasan yang rasional yang ‘mendorong’ saya untuk memutuskan menggunakan MapWindow saat itu.
Kasus di atas hanyalah salah satu gambaran bahwa kita dihadapkan pada pilihan menggunakan perangkat lunak apa dalam melakukan tugas-tugas GIS. Memilih perangkat lunak yang tepat adalah hal yang sangat penting karena akan mempengaruhi kinerja dan efisiensi keseluruhan pekerjaan. MapInfo, ArcView, ArcGIS, AutocadMap adalah nama-nama perangkat lunak yang sudah sangat dikenal. Pilihan yang opensources juga melimpah ruah , ada Grass, QGIS, MapWindow,SAGA, gvSIG, dll. Berikut saya coba melist beberapa aspek yang bisa dipertimbangkan dalam memilih perangkat lunak dalam melakukan tugas-tugas GIS.
1. Harga
Ini adalah aspek yang menurut saya paling penting. Software GIS yang proprietary harus dibeli dengan harga yang bervariasi, dari mulai hanya beberapa juta sampai ratusan juta. Jika kita memiliki sumberdaya untuk membeli serta kesinambungan tugas-tugas GIS dapat memperoleh benefit dari sotware proprietary, membeli software GIS yang mahal dapat dilakukan. Membeli software boleh kok. Jangan hanya karena ingin ‘freedom’ menggunakan opensources, lantas kita tidak beli software yang padahal software proprietary lebih cocok untuk tugas GIS yang akan kita lakukan.
2. Kinerja
Kinerja harus disesuaikan dengan tugas GIS apa yang akan kita lakukan. Kalau satu PC akan kita fungsikan untuk digitasi, maka kinerja software GIS yang harus dilihat adalah kinerja dalam digitasi. Tidak ada sofware GIS yang memiliki kinerja nomor wahid pada semua aspek. ArcGIS cepat untuk analisis tapi lambat untuk layout, ArcView 3X cepat untuk layout tapi lambat untuk analisis, MapInfo cepat untuk editing fitur tapi untuk display 3D kurang memuaskan. Jadi kinerja dari perangkat lunak yang akan kita pilih harus disesuaikan dengan kebutuhan.
3. Kompatibilitas
Akan sangat menjengkelkan jika kita menerima bundle data dan project GIS tapi kita tidak bisa dan tidak tahu untuk membukanya. Selain ekstensi dari data-data tidak kompatible dengan software kita, file project yang mengatur bagaimana mendisplay data hasil analisis ataupun siap cetak pun tidak bisa dibuka pakai software yang ktia punya. Begitu juga orang lain jika menerima bundle data dan project dari kita. Jadi perlu diperhatikan kompatibilitas dengan software-software lain. Jangan memaksakan menggunakan software yang hasilnya tidak bisa dibuka oleh software yang dimiliki oleh relasi kita. Beberapa teman-teman yang ahli pemrograman yang mungkin ingin membuat software dan format data/project sendiri perlu memikirkan bagaimana format tersebut dapat dibuka oleh software lain.
4. Kecocokan dengan tugas-tugas GIS
Kecocokan dengan tugas-tugas GIS sangat berkaitan dengan harga dan kinerja. Di suatu ruangan kerja GIS biasanya setiap PC difungsikan untuk melakukan tugas-tugas yang spesifik. Misalnya satu PC untuk digitasi dan input data, satu PC untuk analisis spasial, satu PC untuk layouting. Ini sangat membantu mengurangi biaya pembelian software proprietary. Untuk melakukan tugas-tugas yang spesifik tersebut pilihlah software yang tepat dari semua aspek. Contohnya untuk digitasi dan input data kita pasang OS Linux, QGIS dan OpenOffice. Untuk analisis kita pasang OS Windows dan ArcGIS. Untuk layouting kita pasang OS Windows dan ArcView 3X. Ini bukanlah gambaran yang optimal, saya hanya menggambarkan bagaimana tugas-tugas yang spesifik dilakukan oleh sotware-software yang spesifik juga.
Salah satu “penyakit” yang sering menghinggap pada benak kita adalah ‘yang terbaru adalah tercanggih dan terbaik’. Itu adalah anggapan yang bodoh. Kita tidak perlu yang terbaru dan tercanggih. Kita hanya perlu yang terbaik. Yang terbaru dan tercanggih belum tentu yang terbaik. Jadi, jika anda sedang melakukan layouting dengan ArcView 3X, tiba-tiba kawan anda bertanya dengan sinis “Kenapa nggak pakai ArcGIS? Lebih canggih..” maka anda tertawalah karena kawan anda tidak mengerti apa yang terbaik bagi pekerjaan yang sedang anda lakukan.
[ad#ppccontent]
Incoming search terms for the article:
- harga software gis harga software arcgis harga program gis mengatur layout autocad map arcgis cache:WcfqQO557RcJ:www raharjo org/search/harga arcgis harga arcgis 10 harga ArcGIS Harga Software Arcgis di Indonesia harga software arcview kenapa ebook reader tidak dijual di indonesia kenapa menggunakan arcview kendala digitasi arcview pilih arcgis atau mapinfo 3D ARC GIS harga gis program harga esri arcview harga esri digitasi menggunakan arcgis bahasa program arc gis arcgis harga analisis pada ArcView analisa 3d di arc gis tugas GIS
Related posts:
- Mengapa pengguna ESRI sulit migrasi dari ArcView 3x ke ArcGIS? ArcGIS perlu spek hardware yang lebih tinggi. Dalam bahasa yang...
- Kustomisasi “North Arrow” di ArcGIS Banyak ‘kendala’ bagi pengguna ArcView bermigrasi ke ArcGIS karena belum...
- Mengapa pengguna ESRI perlu migrasi dari ArcView 3x ke ArcGIS? ArcGIS lebih disupport oleh ESRI. ArcView 3x adalah produk lawas...
- Plan: Ebook Tutorial ArcGIS ArcGIS adalah perangkat lunak yang menurut saya sangat advance di...
- Style ArcGIS Pada saat dulu pertama kali menggunakan ArcGIS, saya merasa tidak...
Tags :
Leave a Reply