Apakah Benar Bumi Seperti Kentang?
Saya cukup kaget saat seorang dosen GIS, Dr. Lalit Kumar, mengatakan bahwa bumi ini seperti kentang yang benjol-benjol. Jika kita membeli kentang siapa tahu kentang tersebut adalah replika dari bumi. Benarkah demikian? Atau mungkin saja benar tapi terlalu dibesar-besarkan?
Di lain kesempatan juga saya melihat globe yang 3D menggambarkan pulau dan gunung-gunung sangat mencolok. Kesan pertama tentu saja saya membayangkan ‘kentang’ yang benjol-benjol. Mmmh… apakah benar bumi kita ini benjol-benjol seperti kentang?
Coba kita hitung-hitungan sedikit…
Data mengatakan bahwa ukuran diameter bumi ini berbeda antara diameter di equator dan di polar. Jadi bumi ini seperti bola yang diinjak. Diameter bumi kita sekitar 12.756,2 Km di equator, 12.713,6 Km melintasi kutub. Jika kita proyeksikan bumi ke sebuah kentang berukuran diameter 10 cm, maka perbedaan antara diameter equator dan polar sebesar hanya 0,3 mm. Sekarang coba kita hitung berapa tinggi gunung-gunung pada kentang seharusnya. Ambilah yang tertinggi Gunung Everest (ketinggian 8,8 Km dpl) . Di atas kentang, ketinggian Gunung Everest hanya akan setinggi 0.000054 cm (0,54 mikron), sama dengan ukuran debu.
Jadi, tidak benar bumi kita ini benjol-benjol ataupun meyetek seekstrim yang dicontohkan. Kiranya peberian pemahaman tentang bumi yang tidak bulat sempurna harus menggunakan contoh dan perumpamaan yang masuk akal.
Jadi, bumi tidak seperti kentang.
Tags : bulat, bumi, diameter, earth, everest, globe, kentang, potato, potatoes, surface
3 Responses to “Apakah Benar Bumi Seperti Kentang?”
said on November 12th, 2009 at 11:07 pm
Penjelasan yang masuk akal. Sayangnya, setiap orang yang (baru) belajar GIS (termasuk saya tentunya), selalu dicekoki dengan teori “kentang” tsb., yang (memang) sudah menjadi pemahaman umum.
Beberapa abad lalu, kebanyakan orang meyakini bahwa bumi berbentuk persegi yang datar. Begitu kuatnya keyakinan itu sampai orang yang tidak meyakininya dihukum mati.
Jadi, siapa tahu abad ini (atau yang akan datang) akan menelorkan teori baru tentang bentuk bumi ? (saya mengatakan ini karena masih bingung mau ikut yang mana : kentang, bola penyet atau bola bulat ?)
said on November 16th, 2009 at 5:46 pm
hehehehe… kaget saya mas, saya kira bener kayak kentang.
said on November 18th, 2009 at 10:39 am
Kang Paniki,
Saya pikir kita hidup di domain pendekatan. Kita tidak akan pernah mencapai kesempurnaan dalam mengetahui fenomena alam. Karena sifatnya pendekatan, selalu saja ada gap dengan realita dan selalu akan ada teori baru yang diyakini lebih baik dari yang ada. Namun selama teori yang ada belum terbantahkan, teori itu lah yang kita pakai. Yang penting saat kita mendukung suatu teori, kita harus membuka pintu lebar-lebar bagi teori yang lain untuk masuk ke kepala kita, jangan percaya buta.
Mufti, terima kasih telah berkunjung
Leave a Reply