Earth Hour

Earth hour adalah gerakan yang digagas oleh WWF yang mengajak berbagai pihak (pribadi, rumahtangga, swasta, pemerintah) untuk mematikan lampu yang tidak penting selama 1 jam pada pukul 20.30 – 21.30 di hari Sabtu terakhir bulan Maret. Gerakan ini adalah (katanya) merupakan simbol dari komitmen manusia terhadap bumi. Pertanyaannya adalah apakah kita perlu mengikuti gerakan ini?

Earth Hour Jakarta (viva.co.id)
Earth Hour Jakarta (viva.co.id)

Bagi saya, segala bentuk aktivitas/kegiatan harus memang tepat tujuannya sesuai dengan situasi dan kondisi kita. Banyak sekali gerakan semacam Earth Hour, seperti yang paling banyak diadopsi adalah Car Free Day. Namun adopsi kegiatan ini haruslah benar dan tepat. Jangan karena pihak berwenang ingin disebut care terhadap lingkungan sehingga Earth Hour pun langsung diadopsi dan dijadikan sebagai program unggulan.

Earth Hour is nothing, tanpa komitmen dari penguasa untuk menunjang gerakan ini. Seharusnya Earth Hour harus dibarengi dengan kebijakan yang pro bumi seperti penggalakan dan insentif bagi green energy, pembatasan atau dissinsentive bagi parapihak yang boros energi dan sebagainya. Sama halnya dengan Car Free Day yang tanpa dibarengi dengan kebijakan yang pro terhadap pedestrian dan pesepeda. Semuanya hanya ceremoni untuk publisitas.

Kalau Earth Hour hanya dijadikan sebagai formalitas dan legitimasi bagi pemerintah… bukankah kita sering mengalami Earth Hours. Bukan cuma 1 jam tapi ber jam-jam akibat listrik sering dimatikan oleh PLN.