Stop Pilpres, karena Piplres sudah usai

Apakah anda termasuk yang kesel dengan status-status saat sebelum Pilpres kemarin? Harap bersabar, mungkin sampai saat ini, dan atau bahkan sampai beberapa waktu ke depan, kita masih dicekoki oleh status-status Piplres. Secara de facto/jure Pilpres sudah usai, namun itu hanya bagi sebagian orang saja.

Lalu, mengapa Pilpres sepertinya belum juga usai?

Pertama, Jokowi dan Prabowo adalah dua-duanya the phenomena. Jokowi orang biasa, terlalu biasa. Tapi karena biasa itu lah, maka dia menjadi spesial. Kok bisa orang gitu-gitu saja bisa terpilih jadi Presiden? Banyak yang kecewa, banyak yang nyinyir dan menganggap ini adalah anomali. Respon kita lah yang justru menjadikannya spesial. Orang-orang banyak yang menjadikannya luar biasa, sampai saat ini. Belum dilantik jadi Presiden saja perhatian rakyat kepadanya luar biasa, belum melakukan apa-apa saja sudah mendapat respon yang luar biasa. Prabowo pun adalah phenomenon. Tidak bisa disangka bahwa dia bisa merangkul banyak pihak, bahkan partai yang lebih besar dari partainya sendiri pun bisa dia genggam. Persoalan Prabowo tidak terpilih jadi Presiden hanya lah Allah yang menentukan. Yang jelas, karena kedua orang tersebut sangat fenomenal maka perhatian rakyat tidak sepenuhnya berkurang sampai saat ini.

Kedua, sangat banyak sekali pihak yang telah mendulang keuntungan luar biasa dari Piplres kemarin. Lihat saja akun di media sosial yang gemar menyebarkan kabar tidak jelas justru mendapat keuntungan yang luar biasa. Mereka tidak peduli menghina, merendahkan, dan memfitnah pihak lain. Jika Pilpres usai begitu saja, mereka akan gigit jari. Oleh karena itu, Piplres lebih baik tidak usai, bagi mereka.

Ketiga, tidak banyak yang mengerti bahwa ini mungkin cara Allah mengabulkan do’a kita selama ini. Kita minta diberikan pemimpin yang terbaik (meski cuma yang baik diantara dua pilihan jelek), kita minta dihindarkan dari keburukan, dihindarkan dari segala usaha-usaha jahat. Kita juga yakin Allah tidak pernah tidur dan kebenaran akan menang. Namun saat Allah memberi kjeputusan, kita banyak yang menolak dan menganggap kehendak Allah sudah dibajak oleh pihak lain. Lupa, bahwa jika Allah sudah berkehendak, tiada yang bisa menghalanginya?

Sudah lah, Pilpres sudah usai. Jangan kita sanjung dan hina dua orang mantan capres tersebut. Yang satu sudah jadi Presiden terpilih maka kita perlakukan sebagai Presiden terpilih seperti biasanya. Yang satu sudah menjadi mantan capres dan kembali berjuang di partainya, maka mari kita perlakukan dia seperti biasanya. Mendukung seadanya dan menolak seadanya.

Stop Pilpres, karena Pilpres sudah usai!. Percayalah, Allah sudah mengabulkan do’a do’a kita selama ini dan dia sudah berkehendak.